Tugas PKN..
Selasa, tanggal 25 Januari kemarin, adalah hari paling goblok yang pernah ada. Kegoblokan ini terjadi karena aku lupa membawa buku catatan PKN, alhasil disuruh mengerjakan cerpen bertema "Prestasi Yang Pernah Diraih" di depan kelas, lesehan di lantai. Dengan malu-malu rasa kemaluan, kukerjakan dengan sepenuh hati. Seperti ingin mati makan gulali.
Setelah selesai dalam waktu 40 menit, akhirnya tugas laknat itu dikumpulkan ke guru PKN. Seperti yang kita tahu, guru itu sama sekali tidak sadar bahwa tugas yang dikumpulkan adalah tugas asal-asalan dan tidak berguna. Makan itu Bu!

Bu, anda sebenarnya tidak mengerti apa yang kurasakan. Sebenarnya saya suka... pipis sembarangan.
***
Berikut adalah teks tanpa pengubahan dari tugas laknat tersebut, yang sebenarnya sudah hancur sebelum diubah.
Peringkat 2 Counter-Strike
Setelah selesai dalam waktu 40 menit, akhirnya tugas laknat itu dikumpulkan ke guru PKN. Seperti yang kita tahu, guru itu sama sekali tidak sadar bahwa tugas yang dikumpulkan adalah tugas asal-asalan dan tidak berguna. Makan itu Bu!

Bu, anda sebenarnya tidak mengerti apa yang kurasakan. Sebenarnya saya suka... pipis sembarangan.
***
Berikut adalah teks tanpa pengubahan dari tugas laknat tersebut, yang sebenarnya sudah hancur sebelum diubah.
Peringkat 2 Counter-Strike
Pada saat itu, masih jamannya bermain counter strike, game poupler di seluruh dunia. Waktu itu, teman-teman masih sering bermain, tidak seperti saat ini. Semua sibuk dengan sekolah dan pacar masing-masing. Kembali ke soal counter strike, pada jaman sd dulu pernah diadakan lomba 2 vs 2 di salah satu game center terpencil.
Dengan beranggotakan teman waktu TK dulu, namanya Surya, timku berhasil maju ke babak semifinal. Dengan keahlian dan kekompakan, akhirnya tim kami masuk ke babak final. Ya, kaget bercampur senang merajalela di hati kami. Kaget, karena tidak menyangka akan masuk babak Final. Senang, karena kami bermain tanpa membayar.. atau bisa disebut dengan gratis. Gratis adalah hal yang paling tidak bisa ditolak.
Pada hari-H, tim kami sudah siap tempur dan makan minuman yang bergizi. Musuh kami, yang juga teman seangkatan, telah siap tempur menghadapi kami. Mereka terlihat gagah dengan memakai jas. Tangannya oun six pack. Sedangkan kami.. kami seperti bocah kekurangan gizi, yang terlalu sering makan terasi. Pertandingan pun dimulai, kami bermain dengan agresif. Cadas. Mantap. Bahkan mata kami seolah-olah ingin melompat dan menekan papan keyboard. Sadis.
Akhirnya kami kalah, dengan skor tipis 8-9. Sungguh sangat disayangkan, 1 kesempatan emas terbuang percuma. Tapi, dengan kekalahan seperti itu, kami belajar dari kesalahan. Kami belajar, buang sampah sembarangan itu salah. Menggoda mbak-mbak yang lagi jaga di warung sebelah juga salah. Kami belajar, kesempatan hanya datang 1 kali dan tidak akan kembali dalam waktu yang sama. Meskipun kami kalah, tapi kami sudah berusaha dengan sebaik mungkin, tidak pantang menyerah.
Sebagai tanda kesuksesan kami, panitia memberikan sertifikat "Jago Bermain Counter-Strike" dan beberapa bingkisan. Bingkisan tersebut berupa seperangkat alat tulis untuk sekolah dan billing gratisan selama 2 hari. Yeah, GRATIS.
Bagaimana dengan mereka yang menang? Oh ya, mereka mendapatkan hadiah yang lebih menarik dan lebih bagus. Yap, mereka mendapatkan sertifikar Juara 1 dan bingkisan berupa jam tangan, serta Mouse Optical terbaru... entah apa yang dipikirkan oleh panitia kenapa mereka memberi bingkisan tersebut.
Sekali lagi iya, aku iri. Tapi, ini semua membuatku lebih mengerti apa itu usaha dan mengusahakannya. Mengusahakan agar lebih baik dari sebelumnya.
Dengan beranggotakan teman waktu TK dulu, namanya Surya, timku berhasil maju ke babak semifinal. Dengan keahlian dan kekompakan, akhirnya tim kami masuk ke babak final. Ya, kaget bercampur senang merajalela di hati kami. Kaget, karena tidak menyangka akan masuk babak Final. Senang, karena kami bermain tanpa membayar.. atau bisa disebut dengan gratis. Gratis adalah hal yang paling tidak bisa ditolak.
Pada hari-H, tim kami sudah siap tempur dan makan minuman yang bergizi. Musuh kami, yang juga teman seangkatan, telah siap tempur menghadapi kami. Mereka terlihat gagah dengan memakai jas. Tangannya oun six pack. Sedangkan kami.. kami seperti bocah kekurangan gizi, yang terlalu sering makan terasi. Pertandingan pun dimulai, kami bermain dengan agresif. Cadas. Mantap. Bahkan mata kami seolah-olah ingin melompat dan menekan papan keyboard. Sadis.
Akhirnya kami kalah, dengan skor tipis 8-9. Sungguh sangat disayangkan, 1 kesempatan emas terbuang percuma. Tapi, dengan kekalahan seperti itu, kami belajar dari kesalahan. Kami belajar, buang sampah sembarangan itu salah. Menggoda mbak-mbak yang lagi jaga di warung sebelah juga salah. Kami belajar, kesempatan hanya datang 1 kali dan tidak akan kembali dalam waktu yang sama. Meskipun kami kalah, tapi kami sudah berusaha dengan sebaik mungkin, tidak pantang menyerah.
Sebagai tanda kesuksesan kami, panitia memberikan sertifikat "Jago Bermain Counter-Strike" dan beberapa bingkisan. Bingkisan tersebut berupa seperangkat alat tulis untuk sekolah dan billing gratisan selama 2 hari. Yeah, GRATIS.
Bagaimana dengan mereka yang menang? Oh ya, mereka mendapatkan hadiah yang lebih menarik dan lebih bagus. Yap, mereka mendapatkan sertifikar Juara 1 dan bingkisan berupa jam tangan, serta Mouse Optical terbaru... entah apa yang dipikirkan oleh panitia kenapa mereka memberi bingkisan tersebut.
Sekali lagi iya, aku iri. Tapi, ini semua membuatku lebih mengerti apa itu usaha dan mengusahakannya. Mengusahakan agar lebih baik dari sebelumnya.
0 ocehan: