Tuesday, February 8, 2011

Damn

***

angin dingin memerangkap hati,
memberontak, tak patuh
menyayat dinding kerapuhan
bodoh, rapuh tetaplah rapuh
disayat macam apapun, dinding itu takkan hancur
hanya rapuh

angin dingin telah pergi, melepas kepergian hati
sekarang, hati ini sendiri, disudut ruang kelam
masih menanti angin dingin, menantang sayatan menyakitkan
lebih bodoh lagi, menanti hanya untuk disakiti
bodoh, sungguh bodoh

dan aku sadar, hei, kenapa aku begitu bodoh?
oh ya, aku disini, tersesat
aku tersesat dalam permainan yang diciptakan tuhan
permainan yang sangat indah, dengan sejuta penyesatan

0 ocehan: