Temanku Ini..
Aku punya teman. Namanya penyesalan. Dia selalu ada untuk aku, disaat aku telah melakukan suatu kesalahan yang seharusnya tak aku lakukan. Dia disampingku, menatap dengan senyum. Selalu begitu.
Aku punya teman. Namanya kebencian. Dia yang selalu menemaniku, disaat sedih maupun senang. Dia yang mengajariku, bagaimana menjadi seseorang yang tangguh. Melawan realita kehidupan yang tidak sama seperti di sinetron-sinetron yang pernah aku lihat.
Aku punya teman. Namanya cinta. Dia selalu datang disaat yang tidak terduga. Penuh kejutan, dan terkadang dia mengesalkan. Namun, meski begitu, aku tidak bisa tidak menyukainya. Kuakui, dia membuatku sering salah tingkah, kebingungan, lalu mencari kata yang pas untuk kukatakan agar suasana mencair. Tidak kaku. Terkadang pula dia sering membuatku meringis kesakitan, membuatku mengenal orang yang seharusnya tidak meninggalkanku. Sendiri.
Aku juga pernah punya teman. Namanya kasih sayang. Aku berteman dengan dia sejak aku dilahirkan. Dia teman yang spesial. Selalu membuatku merasa nyaman. Belakangan kuketahui dia adalah teman dekat cinta. Tapi, kini dia pergi. Entah kemana, tidak ada yang tahu. Dia mungkin tahu, saat ini aku menginginkannya. Sangat menginginkannya. Tapi, dia tak pernah tahu. Aku ingin lebih. Aku ingin dia lebih lama bersamaku. Ah.. seandainya saja...
Dan harapanku, semoga teman-temanku ini kembali berkumpul bersama. Saling mengisi satu sama lain. Menjadi satu kekuatan.
Aku punya teman. Namanya kebencian. Dia yang selalu menemaniku, disaat sedih maupun senang. Dia yang mengajariku, bagaimana menjadi seseorang yang tangguh. Melawan realita kehidupan yang tidak sama seperti di sinetron-sinetron yang pernah aku lihat.
Aku punya teman. Namanya cinta. Dia selalu datang disaat yang tidak terduga. Penuh kejutan, dan terkadang dia mengesalkan. Namun, meski begitu, aku tidak bisa tidak menyukainya. Kuakui, dia membuatku sering salah tingkah, kebingungan, lalu mencari kata yang pas untuk kukatakan agar suasana mencair. Tidak kaku. Terkadang pula dia sering membuatku meringis kesakitan, membuatku mengenal orang yang seharusnya tidak meninggalkanku. Sendiri.
Aku juga pernah punya teman. Namanya kasih sayang. Aku berteman dengan dia sejak aku dilahirkan. Dia teman yang spesial. Selalu membuatku merasa nyaman. Belakangan kuketahui dia adalah teman dekat cinta. Tapi, kini dia pergi. Entah kemana, tidak ada yang tahu. Dia mungkin tahu, saat ini aku menginginkannya. Sangat menginginkannya. Tapi, dia tak pernah tahu. Aku ingin lebih. Aku ingin dia lebih lama bersamaku. Ah.. seandainya saja...
Dan harapanku, semoga teman-temanku ini kembali berkumpul bersama. Saling mengisi satu sama lain. Menjadi satu kekuatan.
BAGUSSS BANGET CAN !!!
ReplyDeletehehe makasih
ReplyDeletesoposopo
ReplyDeletebafus bgt ... like this!!! ^^
ReplyDeletebagus kok dek , jadi penulis yang hebat yaa ;)
ReplyDelete