Minggu Ini..
Salam sejahterah dan salam gaul. Bagi yang gak bisa salaman, monggo di cek dulu tangannya, ada upil yang nempel atau nggak. Oke, cukup basa-basinya.
1 minggu terakhir ini cukup untuk membuat otak ini berpikir keras. Bagaimana tidak, sekolah kali ini tidak ada libur sama sekali. Ditambah UAS yang cukup merepotkan. UAS, bagi murid cengengasan seperti aku, adalah sebuah kenistaan dan penganiayaan oleh guru ke muridnya. Otak level udang ini dipaksa berpikir untuk menjawab manakah yang benar diantara jawaban a, b, c atau d. Aku yakin, dibalik skenario yang dibuat Depdiknas ini pasti ada udang dibalik wajan penggorengan. Maksudnya, enak gitu bisa makan udang bumbu rica-rica. Gak nyambung gitu loh. Maksud sebenarnya, Depdiknas mengadakan UAS guna mengetahui siapakah yang paling pintar diantara seribu siswa level udang di Surabaya ini, untuk dilatih dan dikirim ke Mars dengan misi mencari kehidupan. Sekali lagi gak nyambung gitu loh.
Yak, akhirnya aku harus memikirkan kata penutup dari postingan ini. Entah harus dengan salam upil atau salam yang dipakai oleh suku pedalaman. Ah, entahlah.. Biarkan aku memakai salam unyu.
Salam unyu, with kenajonganunyuan, unyuuu :3
*sepertinya penulis postingan ini pulangnya udah pake lipstik trus bawa kecrekan, mangkal di bunderan waru..
1 minggu terakhir ini cukup untuk membuat otak ini berpikir keras. Bagaimana tidak, sekolah kali ini tidak ada libur sama sekali. Ditambah UAS yang cukup merepotkan. UAS, bagi murid cengengasan seperti aku, adalah sebuah kenistaan dan penganiayaan oleh guru ke muridnya. Otak level udang ini dipaksa berpikir untuk menjawab manakah yang benar diantara jawaban a, b, c atau d. Aku yakin, dibalik skenario yang dibuat Depdiknas ini pasti ada udang dibalik wajan penggorengan. Maksudnya, enak gitu bisa makan udang bumbu rica-rica. Gak nyambung gitu loh. Maksud sebenarnya, Depdiknas mengadakan UAS guna mengetahui siapakah yang paling pintar diantara seribu siswa level udang di Surabaya ini, untuk dilatih dan dikirim ke Mars dengan misi mencari kehidupan. Sekali lagi gak nyambung gitu loh.
Yak, akhirnya aku harus memikirkan kata penutup dari postingan ini. Entah harus dengan salam upil atau salam yang dipakai oleh suku pedalaman. Ah, entahlah.. Biarkan aku memakai salam unyu.
Salam unyu, with ke
*sepertinya penulis postingan ini pulangnya udah pake lipstik trus bawa kecrekan, mangkal di bunderan waru..
0 ocehan: