Thursday, October 3, 2013

Setelah Sekian Lama

Hello again, folks. How'r ya doin'? Fine? Taste like shit? Good. I never expect dat answer.
Btw belakangan ini gue sering makan makanan yang bener-bener tasted like goddamn shit. Ugh.

Sooooo.. I'm gonna tell ya some of everything i know. Beberapa hal yang gue tau. Beberapa hal akibat reaksi pemikiran dan pengalaman gue belakangan ini. Mungkin dimulai dari 5 bulan yang lalu. Bisa dibilang ini adalah perjalanan lelaki, pendewasaan intisari hati dan pemantapan jiwa resolusi diri. Gapapa lah gue tulis begitu biar keren sedikit.

I'll tell you first, 'bout our existence. Keberadaan kita. Yezz, keberadaan kita di mata orang lain. Kita ini semua pada hakikatnya dari kecil udah belajar make "topeng", dengan kedok etika dan tata krama. Sebagai contoh seorang anak tidak boleh jujur jika masakan mamanya tidak enak. Atau dikasih sepatu sama om, tapi sepatunya warnanya norak dan desainnya jelek banget, harus tetep bilang makasih dan bilang sepatunya bagus. Hargai perasaan orang lain. Etikanya dijaga. Wut? What's wrong with us? Boong demi kebaikan? Cuih. Hipokrit sejak dini.
Orang bilang semua itu akan berubah ketika kita beranjak dewasa, tapi realita berkata sebaliknya. Makin parah lah orang-orang yang pasang topeng itu cari muka. Keberadaan kita layaknya kecap manis untuk orang lain. Penyemangat. Pelengkap. Tak apakah mereka tersenyum karena kebohongan kecil? This is soo wrooong.

Second, 'bout our mask. Of course semua topeng itu bermacam-macam tebelnya. Macam-macam warnanya. Macam-macam desainnya. Setiap orang memiliki jumlah topeng yang berbeda, bergantung pada amal ibadah dan kebutuhan serta pengaruh lingkungan. Dan topeng kita ini berpengaruh pada sikap dan perilaku kita. Di mata orang lain, i mean. Gimana-gimana pasti sikap kita berbeda berdasarkan orang yang kita hadapi. Depends on their attitude. Dan impresi mereka terhadap kita.. well i didn't expect any nice impression from them. I know what're they doin' and i just pretend to didn't know 'bout what're they doin'. Atau bahasa simpelnya, i don't give a shit.
Ada suatu kasus dimana, orang ini saking tebel topengnya, dia bisa ngeliat isi topeng orang lain hanya setelah berkenalan atau melihat dari fotonya saja. And it's scary, sure it is. Gue gak pengen juga topeng yang selama ini gue pake bisa keliatan dalemannya cuma karena orang tipe kaya gini. Alhamdullilah belum pernah ketemu.

Third, 'bout future. I hope i can see what happened on the future, and then i can change my mask immediately. For sure. Karena masa depan adalah harga mati. Lo semua ga akan bisa lompat ke masa lalu seperti ngelempar upil ke dalam tas temen.

Last, udah lama gue gak ngetik sepanjang ini. Mata gue juga udah agak-agak berat. Jadi gue lanjutin besok-besok. Itupun kalo keingetan.
Ciao. Salam tampan.

2 comments: