Saturday, October 1, 2011

Ketika Waktu..

Dulu, belum lama, kamu bilang. Eh, bukan. Kamu menulis. Kamu tulis kegelisahanmu di dalam surat pribadi dalam situs jejaring sosial. Kamu tulis, dengan penuh perasaan,

" aku gk pengen gara2 yg 'kyk gini' kamu jadi jauhin aku :( dan rasanya kehilangan temen yg kayak kamu itu BENER-BENER SAKIT :'( "

Lalu aku bingung, jujur aku tak mengerti apa maksud dari pesan ini. Aku tau, kamu menulis pesan ini dengan penuh perasaan, tapi bagaimana dengan aku yang membaca? Apa aku memakai perasaan? Atau hanya logikaku yang agak sedikit rusak?

Aku tetap tak mengerti, yang nyatanya kita lose contact. Kamu sama sekali tak ada kabar. Jadi, sekarang sebenarnya siapa yang menjauh?
Aku tetap tak mengerti.


***


Dulu, aku sangat percaya waktu. Waktu mungkin memang bisa menghapus traumamu. Tapi ternyata aku salah. Aku dikhianati waktu. Dari kecil aku diajarkan untuk terus bersabar, bersabar, dan bersabar. Bersabar untuk sakit. Bersabar untuk merasakan bukan apa-apa.
Tapi aku yakin, bahwa sabarku kali ini tak berguna.

Akhirnya kamu senang kan? Bahagia, bersama orang itu -orang yang tidak aku kenal-. Mungkin memang aku juga yang salah, karena terlalu percaya dengan waktu. Akhirnya aku memang orang terakhir, yang mati konyol karena jatuh cinta.

1 comment: