Catatan Akhir Tahun
Tahun 2010, tahun yang katanya hasil dari pengurangan antara bilangan 3020 dan 1010. Tahun yang katanya banyak orang yang terserang sembelit. Tahun yang katanya cinta bisa bikin nangis sambil kecepirit. Dan juga, tahun dimana terasa banyak yang 'hilang'. Dan rasa kehilangan itu, sangat mendalam..
Mengapa rasa kehilangan itu sangat 'mendalam'? Karena kehilangan sesuatu yang sangat berharga, tidak mungkin seseorang bisa melupakannya dan mencari penggantinya. Semua tahu itu. Dan yang tak pernah mungkin tahu adalah, 'sesuatu yang sangat berharga'.
Dan agar postingan ini tidak mencla-mencle, kuhentikan dulu tulisan tadi.
Tahun ini, tidak akan pernah disangka bila aku masuk kelas 9F. Jika boleh jujur, kelas ini agak 'sangar'. Kenapa? Karena di kelas ini, satu-satunya kelas yang memakai laboratorium ipa untuk dijadikan ruang kelas, kelas dimana semua hal dapat terjadi. Entah apakah itu ketika murid dimarahi guru, cinta lokasi, kegilaan beberapa siswa, hingga ketidaknormalan seorang bocah. Siapa bocah itu? Kalian mungkin sudah tahu..
Lepas dari kehidupan sekolah, beranjak ke kehidupan cinta.
Disini kita tahu. Cinta, kata orang, bisa bikin hati berbunga-bunga, adanya hepi terus. Tapi, kataku, cinta bisa bikin nangis darah, garuk-garuk tanah, lalu tidur di lubang yang tadi digaruk. Atau lebih parah, cinta bisa bikin nangis darah, bikin sembelit, gak bisa ke wc, lalu mati dengan tenang.
Intinya, cinta yang kita bahas kali ini terlalu menyakitkan. Terlalu tidak indah. Dan seperti kata temanku, "cinta itu seperti tahi sapi, kita tak tahu rasanya bila tidak mencicipinya". Karena sudah berulang kali mencicipi tahi sapi, maka perjalanan cinta tahun ini tidak berasa. Hambar.
Dan ketika aku menulis postingan ini, seperti ada kantong yang muncul di mata. Aku sadar, aku mulai mengantuk.
Untuk harapan 2011 nanti, semoga menjadi tahun yang lebih baik dan tidak mengecewakan seperti tahun ini.
Mengapa rasa kehilangan itu sangat 'mendalam'? Karena kehilangan sesuatu yang sangat berharga, tidak mungkin seseorang bisa melupakannya dan mencari penggantinya. Semua tahu itu. Dan yang tak pernah mungkin tahu adalah, 'sesuatu yang sangat berharga'.
Dan agar postingan ini tidak mencla-mencle, kuhentikan dulu tulisan tadi.
Tahun ini, tidak akan pernah disangka bila aku masuk kelas 9F. Jika boleh jujur, kelas ini agak 'sangar'. Kenapa? Karena di kelas ini, satu-satunya kelas yang memakai laboratorium ipa untuk dijadikan ruang kelas, kelas dimana semua hal dapat terjadi. Entah apakah itu ketika murid dimarahi guru, cinta lokasi, kegilaan beberapa siswa, hingga ketidaknormalan seorang bocah. Siapa bocah itu? Kalian mungkin sudah tahu..
Lepas dari kehidupan sekolah, beranjak ke kehidupan cinta.
Disini kita tahu. Cinta, kata orang, bisa bikin hati berbunga-bunga, adanya hepi terus. Tapi, kataku, cinta bisa bikin nangis darah, garuk-garuk tanah, lalu tidur di lubang yang tadi digaruk. Atau lebih parah, cinta bisa bikin nangis darah, bikin sembelit, gak bisa ke wc, lalu mati dengan tenang.
Intinya, cinta yang kita bahas kali ini terlalu menyakitkan. Terlalu tidak indah. Dan seperti kata temanku, "cinta itu seperti tahi sapi, kita tak tahu rasanya bila tidak mencicipinya". Karena sudah berulang kali mencicipi tahi sapi, maka perjalanan cinta tahun ini tidak berasa. Hambar.
Dan ketika aku menulis postingan ini, seperti ada kantong yang muncul di mata. Aku sadar, aku mulai mengantuk.
Untuk harapan 2011 nanti, semoga menjadi tahun yang lebih baik dan tidak mengecewakan seperti tahun ini.
0 ocehan: