Wednesday, August 3, 2011

Galau

Mumpung lagi dapet moodnya, kini jari-jari tangan lancar untuk mengerjakan sesuatu yang sempat lama tertunda. Menulis tulisan galau.
Entah kenapa tulisan ini bisa disebut tulisan galau. Cuma jari-jari dan hati yang bekerja, logika masih tidur nyenyak di jurang yang dalam.

*background song: Cacat Nada - Zo Zleepy Zong*

Hidup ini berwarna-warni, terkadang dari merah menjadi biru.
Hidup ini bersuara banyak, terkadang dari merdu menjadi parau.
Hidup ini juga seperti roda, terkadang disaat kita berada diatas, tiba-tiba kita akan berada dibawah.
Tapi dalam hidupku, aku seperti berada di bawah roda perputaran, terlindas seperti kecoak diare.

Rasanya ada yang mengganjal, ketika sesuatu yang selalu ada di depan mata kita, yang selalu ada di setiap kita senang maupun sedih, hilang begitu saja.
Rasanya, kita bukanlah diri kita yang dulu. Ada perubahan yang tidak terasa., namun sangat berarti.
Rasanya seperti sampah. Oh, bukan. Rasanya seperti memakan sampah, lalu memuntahkannya. Lalu sampah itu dimakan lagi, dimuntahkan lagi. Seterusnya hingga sampah itu tidak terasa seperti sampah.

Dan, sepertinya, aku dikutuk oleh Tuhan. Masalah selalu datang menghampiri. Seakan-akan masalah itu adalah teman akrab yang selalu mendampingiku, mengajak bermain, dan menghilang, Lalu kembali bertemu dan menyapa untuk mengajak bermain lagi.
Kutukan Tuhan padaku bukan hanya itu saja, tetapi juga kecerobohan yang sangat goblok. Kecerobohan yang, berulangkali membawaku menghadapi kenyataan. Kenyataan yang sangat pahit.

***

Entah apa rencana Tuhan terhadapku selama ini.

0 ocehan: