Terkadang, Kesendirian Itu Perlu...
Dalam hidup, ada fase-fase tersendiri. Dan fase yang sedang kualami, adalah kesendirian. Ya, ingin sekali rasanya berada dalam suatu ruangan kosong tanpa gangguan. Hening. Dan bebas.
Sekali lagi, ya. Bebas dalam kesendirian, tak peduli apakah aku harus menanggung rasa sakit karena beberapa kali terjatuh dari tempat tidur karena mimpi buruk. Bebas dalam kesendirian, menjebak diri dalam keramaian. Ah, seperti gila. Oh, tidak. Lebih seperti seorang pecandu yang mabuk dalam kesendiriannya. That's like something we should be alone.
Dan terkadang, aku dibungkam dalam kesendirian. Bungkaman itu semakin lama semakin harum. Tak mungkin begitu saja aku melepas bungkaman itu. Bodoh namanya jika aku benar-benar ingin lepas dari bungkaman itu. Aku semakin bingung, apakah aku harus bangkit dan melawan semua ini untuk melangkah ke depan, atau hanya tertidur dalam mimpi kesendirian ini.
***
Kututup jendela kamar, kumatikan mp3 player yang kuputar dalam laptop, dan melamun. Merenung. Memanfaatkan kesendirian, dalam gelap malam. Lampu kamar tak cukup untuk menerangi gelapnya hati ini. Dan disini, dalam kamar, aku menjadi saksi bisu, diam..
Sekali lagi, ya. Bebas dalam kesendirian, tak peduli apakah aku harus menanggung rasa sakit karena beberapa kali terjatuh dari tempat tidur karena mimpi buruk. Bebas dalam kesendirian, menjebak diri dalam keramaian. Ah, seperti gila. Oh, tidak. Lebih seperti seorang pecandu yang mabuk dalam kesendiriannya. That's like something we should be alone.
Dan terkadang, aku dibungkam dalam kesendirian. Bungkaman itu semakin lama semakin harum. Tak mungkin begitu saja aku melepas bungkaman itu. Bodoh namanya jika aku benar-benar ingin lepas dari bungkaman itu. Aku semakin bingung, apakah aku harus bangkit dan melawan semua ini untuk melangkah ke depan, atau hanya tertidur dalam mimpi kesendirian ini.
***
Kututup jendela kamar, kumatikan mp3 player yang kuputar dalam laptop, dan melamun. Merenung. Memanfaatkan kesendirian, dalam gelap malam. Lampu kamar tak cukup untuk menerangi gelapnya hati ini. Dan disini, dalam kamar, aku menjadi saksi bisu, diam..
0 ocehan: