Monday, January 17, 2011

Ketika Bimbel..

Tidak seperti biasa, aku masuk lebih pagi dari biasanya. Entah waktu tidur kesambet setan apa, yang jelas hari sabtu kemaren aku masuk lebih pagi dari biasanya. Paginya sempat merusak mengutak-atik laptop temanku yang akrab dipanggil Syarep...

Hari berjalan seperti biasa, burung berkicau seperti biasa, teman-temanku masih pipis ditempatnya, yang tidak biasa mungkin adalah keberuntunganku yang masuk lebih pagi. Bel berbunyi, tanda para siswa harus masuk ke kelas bimbel masing-masing. Kelasku adalah tempat bagi para jenius dan kutu buku dari berbagai kelas. Sedangkan aku, hanya seorang siswa kelas IX yang selalu cengengesan dan kekurangan gizi. Aku, bersama Yudha, teman seperjuangan, tersesat di kelas A. Yak, kelas A.

Tiga mata pelajaran pertama berjalan seperti biasa, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang paling ku kuasai meskipun nilai di rapor cuma pas-pasan. Fisika juga terlihat begitu mudah dengan cara menyontek teman sebelah bangku. Ya, sudah menjadi tradisi untuk contek-menyontek dalam hal apapun. Eksis abis. Namun semua berubah ketika pelajaran Matematika. Otak kami berdua yang masih setingkat dengan sempoa ini dipaksa berpikir tentang Barisan Geometri. Padahal yang kutahu hanya barisan selusin cewek berpakaian bikini... Oke, itu khayalan lain. Dan yang paling parah, aku dan Yudha selama jam pelajaran hanya berbicara tentang cewek. Benar sekali, saudara-saudari. Cewek. Bukannya mengerjakan deret aritmetika, malah heboh ngomongin cewek. Setidaknya nkami tidak membicarakan cowok lain.. Karena kami bukan homo. Hingga pulang, semua berjalan seperti biasa.



Dan suatu saat nanti, ketika ada seseorang yang lebih bodoh dariku untuk menghabiskan waktunya demi membaca tulisan ini, itu dapat membuktikan bahwa Tuhan memang benar-benar ada.

Salam ganteng, Fauzan.

1 comment:

  1. nyeseeel pek wes moco -______-
    tauh gitu ngapain yo aku nuruti kamu moco iki

    ReplyDelete