Tuesday, October 30, 2012

Antara Jakarta Dan Indomie


Dulu, sebelum berangkat ke Jakarta, kata mereka -kakak kelas- magang di Seamolec itu suram. Setelah saya datang, semuanya berbeda dengan penggambaran mereka.  Yang staffnya garang lah, banyak banci salonnya lah, maling jemuran berkeliaran lah, apa lah. Cuih, dusta itu.

Biasanya, kata mereka, hari pertama sampe hari kelima belas makan di kosan itu enak-enak. Dan itu berarti, setengah bulan kita mendapat protein dan gizi yang cukup. Dengan modal 100rb, kita bisa makan di warteg dengan standarisasi negara. Lalu, hari-hari berikutnya berganti dengan 2 kardus mie instan. Uh, sadis.







Selama magang hari-hari pertama, kata mereka, kebanyakan kerja daripada nganggurnya. Entah itu cuma sekedar onlen twitter, sms-an sama temennya yang jomblo, atau nunggu makan siang yang dijatah.

Apalagi buat yang jomblo, kata mereka, kayaknya udah gak ada harapan lagi merantau. Sungguh kasian yang jomblo…

Berhubung ini ngetiknya ngasal karena tugas, jadinya cuma coretan gak jelas ginian.
Harap maklum, lagi kena writer’s block.
Salam kasep

1 comment: